
Diskusi Bekasi — Warga Kampung Kempes, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, dibuat geger oleh isu kemunculan pocong pada Jumat malam, 26 September 2025. Suasana malam itu mendadak heboh setelah beredar rekaman video warga yang berlarian sambil berteriak histeris memburu sosok yang disebut sebagai “pocong jadi-jadian.”
Dalam video berdurasi sekitar satu menit tersebut, terdengar jelas suara beberapa warga yang panik berteriak, “Pocong! Pocong!” sambil membawa senter dan berusaha mencari sosok misterius di area pemukiman yang gelap. Beberapa warga bahkan sempat mengklaim melihat bayangan putih yang melompat di antara kebun kosong di belakang rumah penduduk.
Isu itu semakin liar setelah muncul kabar bahwa salah satu warga kehilangan uang sebesar Rp500 ribu pada malam yang sama. Sejumlah warga kemudian mengaitkan hilangnya uang tersebut dengan dugaan aksi pocong jadi-jadian yang disebut-sebut suka mencuri atau mengganggu warga di malam hari.
Namun, setelah dilakukan penyelidikan, kabar itu terbukti tidak benar.
Kapolsek Sukatani, AKP Indratno, bersama sejumlah anggota kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian setelah video viral di media sosial. Setelah melakukan pemeriksaan di sekitar TKP dan meminta keterangan beberapa saksi, polisi memastikan bahwa tidak ada bukti keberadaan pocong sebagaimana ramai diberitakan.
“Setelah kami telusuri, tidak ditemukan tanda-tanda atau bukti adanya penampakan seperti yang dikabarkan. Kemungkinan besar hanya kesalahpahaman warga karena suasana malam yang gelap dan adanya bayangan bergerak,” ujar AKP Indratno, dikutip dari detikJabar, Senin (29/9/2025).
Ia menambahkan, peristiwa itu menjadi pelajaran agar masyarakat tidak mudah terpancing isu mistis atau kabar tidak jelas sumbernya. Polisi juga mengimbau warga untuk tetap tenang dan segera melapor jika melihat hal mencurigakan, tanpa menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Jangan langsung percaya dengan isu atau video yang belum tentu benar. Kami minta masyarakat untuk lebih bijak menyikapi hal-hal seperti ini agar tidak menimbulkan keresahan,” tegasnya.
Hingga kini, polisi memastikan situasi di wilayah Desa Sukamulya sudah kembali kondusif. Warga pun diminta tidak lagi melakukan perburuan pocong jadi-jadian dan fokus menjaga keamanan lingkungan masing-masing melalui ronda malam.





